_GAPEKA 2026 hadirkan enam tambahan perjalanan KA jarak jauh, keberangkatan dari Stasiun Gambir meningkat menjadi 45 perjalanan, serta memperluas pilihan perjalanan masyarakat._
Kabar-kini.com, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta akan menghadirkan lebih banyak pilihan perjalanan kereta api jarak jauh mulai 1 Desember 2026, seiring diberlakukannya Grafik Perjalanan Kereta Api (GAPEKA) 2026. Melalui pemberlakuan tersebut, jumlah perjalanan kereta api jarak jauh di wilayah Daop 1 Jakarta meningkat dari 152 menjadi 158 perjalanan, dengan penambahan frekuensi keberangkatan dari Stasiun Gambir, Jakarta Pusat.
Jumlah keberangkatan kereta api dari Stasiun Gambir meningkat dari sebelumnya 39 menjadi 45 perjalanan atau bertambah enam perjalanan. Sementara itu, keberangkatan dari Stasiun Pasar Senen tetap sebanyak 34 perjalanan. Penyesuaian ini memberikan pilihan waktu keberangkatan yang lebih beragam bagi masyarakat yang menggunakan layanan kereta api jarak jauh dari Jakarta.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan bahwa penerapan GAPEKA 2026 menjadi bagian dari upaya KAI untuk meningkatkan aksesibilitas dan kualitas pelayanan transportasi kereta api, khususnya bagi masyarakat yang melakukan perjalanan dari dan menuju Jakarta.
“Mulai 1 Desember 2026, masyarakat akan memiliki lebih banyak pilihan perjalanan kereta api jarak jauh. Penambahan enam perjalanan serta peningkatan keberangkatan dari Stasiun Gambir menjadi 45 perjalanan merupakan upaya KAI untuk memberikan alternatif waktu perjalanan yang semakin beragam sesuai kebutuhan pelanggan,” ujar Franoto.
*Stasiun Gambir Layani 45 Keberangkatan, Pasar Senen Tetap 34 Perjalanan*
Sebagai dua stasiun utama layanan kereta api jarak jauh di Jakarta Pusat, Stasiun Gambir dan Stasiun Pasar Senen memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat menuju berbagai kota tujuan.
Melalui GAPEKA 2026, Stasiun Gambir akan melayani 45 perjalanan keberangkatan kereta api, meningkat dari sebelumnya 39 perjalanan. Adapun Stasiun Pasar Senen tetap melayani 34 perjalanan keberangkatan.
Penambahan frekuensi di Stasiun Gambir diharapkan memberikan lebih banyak alternatif jadwal bagi pelanggan, baik untuk perjalanan bisnis, pekerjaan, pendidikan, maupun kunjungan keluarga dan wisata.
“Dengan bertambahnya frekuensi keberangkatan dari Gambir, pelanggan memiliki pilihan jadwal yang lebih beragam untuk merencanakan perjalanan. Sementara itu, layanan dari Stasiun Pasar Senen tetap menjadi bagian penting dalam melayani kebutuhan transportasi kereta api jarak jauh masyarakat,” jelas Franoto.
*Perjalanan KA Jarak Jauh dan Angkutan Barang Bertambah*
Secara keseluruhan, GAPEKA 2026 menghadirkan peningkatan jumlah perjalanan kereta api jarak jauh di wilayah Daop 1 Jakarta dari 152 menjadi 158 perjalanan atau bertambah enam perjalanan.
Selain layanan penumpang, jumlah perjalanan kereta api barang juga meningkat dari 34 menjadi 36 perjalanan. Sementara itu, layanan KA lokal Pangrango tetap sebanyak 36 perjalanan.
Franoto menjelaskan bahwa penyesuaian perjalanan tersebut merupakan bagian dari pengaturan pola operasi kereta api untuk mengakomodasi kebutuhan mobilitas penumpang dan distribusi barang dengan tetap memperhatikan kapasitas lintas serta keselamatan perjalanan.
“Penambahan perjalanan kereta api dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan layanan dan kesiapan operasional. Bagi KAI, peningkatan frekuensi perjalanan harus tetap berjalan seiring dengan pemenuhan standar keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pelanggan,” tambahnya.
*Akses Kereta Jarak Jauh di Wilayah Bekasi, Karawang, Cikampek Jakarta Juga Meningkat*
Selain penambahan perjalanan dari Stasiun Gambir, GAPEKA 2026 juga menghadirkan peningkatan jumlah perjalanan kereta api yang melayani pemberhentian di sejumlah stasiun wilayah penyangga Jakarta.
Untuk perjalanan dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen, jumlah kereta api yang melayani pemberhentian di Stasiun Bekasi meningkat dari 64 menjadi 71 perjalanan, Stasiun Cikarang dari 23 menjadi 29 perjalanan, serta Stasiun Karawang dari 18 menjadi 22 perjalanan.
Sementara itu, untuk perjalanan menuju Jakarta, jumlah kereta api yang melayani pemberhentian di Stasiun Bekasi meningkat dari 61 menjadi 68 perjalanan, Stasiun Cikarang dari 17 menjadi 25 perjalanan, Stasiun Karawang dari 17 menjadi 27 perjalanan, serta Stasiun Cikampek dari 10 menjadi 13 perjalanan.
Peningkatan jumlah pemberhentian tersebut diharapkan dapat memberikan alternatif akses bagi masyarakat di kawasan penyangga Jakarta untuk menggunakan layanan kereta api jarak jauh dari stasiun yang lebih dekat dengan tempat tinggal maupun lokasi aktivitasnya.
“Tidak hanya menambah pilihan keberangkatan dari Jakarta, melalui GAPEKA 2026 kami juga berupaya memperluas kemudahan akses bagi masyarakat di wilayah penyangga. Harapannya, semakin banyak pelanggan yang dapat memanfaatkan layanan kereta api jarak jauh sesuai kebutuhan perjalanan mereka,” ungkap Franoto.
*KAI Imbau Pelanggan Perhatikan Jadwal Baru Mulai 1 Desember*
Seiring pemberlakuan GAPEKA 2026, KAI Daop 1 Jakarta mengimbau seluruh pelanggan untuk memperhatikan kembali jadwal keberangkatan dan kedatangan kereta api yang akan digunakan mulai 1 Desember 2026.
Pelanggan yang akan melakukan perjalanan dari Stasiun Gambir maupun Stasiun Pasar Senen diimbau memastikan waktu keberangkatan, nama kereta api, serta stasiun asal dan tujuan sesuai dengan informasi pada tiket.
Informasi jadwal perjalanan terbaru dan pemesanan tiket dapat diakses melalui aplikasi Access by KAI maupun kanal resmi penjualan tiket KAI.
“Kami mengajak masyarakat untuk selalu memastikan kembali jadwal perjalanan sebelum keberangkatan, terutama bagi pelanggan yang telah terbiasa menggunakan jadwal sebelumnya. Dengan perencanaan yang baik, perjalanan dapat berlangsung lebih tertib dan nyaman,” ujar Franoto.
KAI Daop 1 Jakarta berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan transportasi kereta api yang semakin mudah diakses, memiliki pilihan perjalanan yang beragam, serta mengutamakan keselamatan, keamanan, kenyamanan, dan ketepatan waktu.
“Melalui GAPEKA 2026, kami berharap peningkatan layanan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat kereta api sebagai salah satu pilihan utama transportasi antarkota yang selamat, nyaman, dan dapat diandalkan,” tutup Franoto.






