Home / Transportasi / Libur Nataru 2025/2026, Okupansi Kereta Api Daop 1 Jakarta Tembus 93 Persen

Libur Nataru 2025/2026, Okupansi Kereta Api Daop 1 Jakarta Tembus 93 Persen

Kabar-kini.com, Jakarta – Antusiasme Penumpang Meningkat, KAI Daop 1 Jakarta Operasikan 1.732 Perjalanan Selama Nataru

Puncak Arus Libur Natal, Penjualan Tiket Kereta Api Daop 1 Jakarta Terus Meningkat

Jakarta – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta menyampaikan pembaruan data penumpang Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 per Senin, 22 Desember 2025 pukul 08.00 WIB.

Selama masa Angkutan Nataru periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, KAI Daop 1 Jakarta mengoperasikan sebanyak 1.732 perjalanan kereta api, meningkat sekitar 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang mencatat 1.577 perjalanan. Hingga 22 Desember 2025, jumlah tiket yang telah terjual mencapai 565.875 tiket dari total kapasitas 909.536 tempat duduk yang disediakan.

Berdasarkan data pemesanan tiket, tingkat keterisian tempat duduk pada tanggal-tanggal favorit menunjukkan tren tinggi. Pada 22 Desember 2025, sebanyak 36.842 tiket terjual dengan okupansi 82 persen. Okupansi terus meningkat pada 23 Desember 2025 dengan 38.042 tiket atau 83 persen, kemudian mencapai puncaknya pada 24 Desember 2025 dengan 42.769 tiket atau 93 persen. Sementara itu, pada 25 Desember 2025 tercatat 40.847 tiket terjual dengan okupansi 89 persen, dan pada 26 Desember 2025 sebanyak 32.092 tiket terjual dengan okupansi 70 persen.

KAI menyampaikan bahwa tiket kereta api masih tersedia bagi masyarakat yang berencana melakukan perjalanan pada masa libur Natal. Namun demikian, data penjualan tiket bersifat dinamis dan dapat berubah seiring dengan pemesanan melalui aplikasi Access by KAI maupun seluruh kanal resmi penjualan tiket KAI.

Selain itu, KAI Daop 1 Jakarta mencatat antusiasme masyarakat terhadap program diskon tarif angkutan kereta api kelas ekonomi komersial. Hingga saat ini, sebanyak 217.496 tiket diskon telah terjual untuk periode keberangkatan 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026.

Untuk data pergerakan penumpang pada Senin, 22 Desember 2025 hingga pukul 08.00 WIB, tercatat sebanyak 41.469 penumpang naik dan 41.931 penumpang turun di wilayah Daop 1 Jakarta. Di Stasiun Pasar Senen, jumlah penumpang naik mencapai 15.780 orang dan turun 13.765 orang. Sementara itu, Stasiun Gambir melayani 10.789 penumpang naik dan 11.320 penumpang turun, serta Stasiun Bekasi mencatat 5.372 penumpang naik dan 5.444 penumpang turun.

Secara kumulatif selama lima hari pelaksanaan Angkutan Nataru, total penumpang yang naik mencapai 176.433 orang, sedangkan penumpang turun tercatat sebanyak 159.816 orang. Rinciannya, pada 18 Desember 2025 terdapat 28.122 penumpang naik dan 25.353 penumpang turun. Pada 19 Desember 2025 tercatat 37.942 penumpang naik dan 27.691 penumpang turun, kemudian pada 20 Desember 2025 sebanyak 37.268 penumpang naik dan 34.145 penumpang turun, serta pada 21 Desember 2025 terdapat 36.270 penumpang naik dan 35.061 penumpang turun.

Adapun tanggal favorit keberangkatan penumpang berada pada 23, 24, dan 25 Desember 2025, dengan tujuan favorit meliputi Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Bandung, dan Purwokerto.

Untuk layanan kereta api lokal Pangrango dan Siliwangi, pada 22 Desember 2025 tercatat 4.626 penumpang naik dan 4.366 penumpang turun. Secara kumulatif pada periode 18 hingga 22 Desember 2025 pukul 08.00 WIB, jumlah penumpang yang naik mencapai 25.701 orang, sementara penumpang turun tercatat 24.740 orang.

Dalam mendukung kelancaran Angkutan Nataru, KAI Daop 1 Jakarta mengoperasikan 84 perjalanan kereta api jarak jauh (intercity) yang terdiri dari 68 kereta reguler dan 16 kereta tambahan. Dari jumlah tersebut, 45 perjalanan berangkat dari Stasiun Gambir dan 39 perjalanan dari Stasiun Pasar Senen. Selain itu, KAI juga mengoperasikan 8 perjalanan kereta api lokal.

KAI Daop 1 Jakarta mengimbau masyarakat agar datang lebih awal ke stasiun, memastikan kesesuaian jadwal dan identitas perjalanan sesuai tiket, membawa barang sesuai ketentuan, menjaga barang bawaan serta anak-anak, dan memanfaatkan fasilitas boarding face recognition untuk mempercepat proses boarding.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *