Stasiun Dolok Merangir memperkokoh posisinya sebagai infrastruktur vital di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, baik sebagai penggerak mobilitas masyarakat maupun pos transit logistik strategis. Beroperasi sejak tahun 1916 oleh Deli Spoorweg Maatschappij (DSM), stasiun ini kini menjadi urat nadi perekonomian di wilayah Simalungun bagian utara.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara mencatat pertumbuhan volume penumpang yang signifikan. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, Stasiun Dolok Merangir melayani 5.300 pelanggan, tumbuh 20 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang melayani 4.405 pelanggan.
Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menjelaskan bahwa pertumbuhan tersebut dipicu oleh tingginya kebutuhan masyarakat akan moda transportasi yang aman, bebas macet, dan tepat waktu.
“Keberadaan Stasiun Dolok Merangir yang setiap harinya disinggahi dua perjalanan KA Siantar Ekspres, baik tujuan Siantar maupun ke Medan, sangat memudahkan masyarakat Simalungun bagian utara untuk melakukan mobilitas dan menuju ke beberapa daerah lain di Sumatera Utara,” ujar Anwar.
Selain penumpang, stasiun ini memiliki keunikan fungsi sebagai pos transit wajib bagi kereta api pengangkut bahan bakar minyak (BBM) dari Stasiun Labuhan menuju Stasiun Siantar. Karena tantangan geografis berupa jalur menanjak dengan kemiringan hingga 20 permil, rangkaian gerbong tangki BBM wajib diurai demi keselamatan.
Anwar mencontohkan, jika lokomotif menarik 20 gerbong BBM dari Stasiun Labuhan, maka setibanya di Stasiun Dolok Merangir rangkaian tersebut harus dibagi menjadi tiga bagian. Lokomotif dibatasi membawa maksimal 7 gerbong dalam sekali jalan ke Stasiun Siantar, lalu bergerak mundur kembali ke Stasiun Dolok Merangir untuk melangsir sisa gerbong secara bertahap.
Melalui kombinasi peran sebagai pendorong aksesibilitas warga dan pengawal distribusi logistik energi, KAI Divre I Sumatera Utara berkomitmen untuk terus merawat serta meningkatkan fasilitas pelayanan di Stasiun Dolok Merangir.
“Stasiun Dolok Merangir adalah bukti nyata bagaimana nilai sejarah dan kebutuhan modern dapat berjalan beriringan. KAI memastikan stasiun ini terus adaptif dan optimal dalam menggerakkan roda perekonomian serta menjamin keselamatan, baik bagi mobilitas masyarakat Simalungun maupun kelancaran distribusi logistik nasional di Sumatera Utara,” tutup Anwar.






