Kabar-kini.com, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 5 Purwokerto mencatat kinerja positif pada layanan angkutan barang selama periode Januari–Mei 2026. Dalam kurun waktu tersebut, volume barang yang berhasil diangkut mencapai 571.307 ton, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebanyak 560.718 ton, atau tumbuh sekitar 2 persen.
Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M. As’ad Habibuddin, mengatakan bahwa Daop 5 melayani berbagai komoditas strategis yang berperan penting dalam mendukung aktivitas ekonomi dan distribusi logistik nasional, di antaranya semen, bahan bakar minyak (BBM) dan avtur, pupuk, serta Barang Hantaran Paket (BHP).
“Komoditas dengan volume angkutan terbesar masih didominasi oleh semen sebanyak 313.240 ton, disusul BBM dan avtur sebesar 246.865 ton. Sementara itu, angkutan pupuk mencapai 7.650 ton dan BHP sebanyak 3.552 ton,” jelas As’ad.
Untuk mendukung pertumbuhan layanan angkutan barang, KAI Daop 5 Purwokerto terus melakukan berbagai upaya peningkatan, mulai dari menjaga keselamatan dan kelancaran operasional perjalanan kereta api hingga meningkatkan keandalan sarana dan prasarana pendukung.
Menurut As’ad, kereta api memiliki sejumlah keunggulan sebagai moda transportasi logistik, antara lain kapasitas angkut yang besar, tingkat keselamatan yang tinggi, efisiensi operasional, serta jadwal perjalanan yang lebih teratur sehingga memberikan kepastian waktu pengiriman bagi pelanggan.
Kepercayaan pengguna jasa juga didukung oleh kinerja ketepatan waktu perjalanan kereta api barang yang terus terjaga. Selama periode Januari–Mei 2026, KAI Daop 5 mencatat rata-rata On Time Performance (OTP) keberangkatan kereta api barang sebesar 99,58 persen, sedangkan OTP kedatangan mencapai 97,65 persen.
“Kereta api memiliki keunggulan dalam mengangkut berbagai komoditas karena kapasitas angkut yang besar, tingkat keselamatan yang tinggi, serta efisiensi yang lebih baik. KAI Daop 5 Purwokerto berkomitmen untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas layanan agar distribusi logistik dapat berjalan aman, lancar, dan tepat waktu,” ujar As’ad.
Selain mendukung kelancaran rantai pasok, penggunaan kereta api sebagai moda angkutan barang juga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Peralihan distribusi logistik ke kereta api dapat membantu mengurangi kepadatan lalu lintas kendaraan angkutan berat di jalan raya, menekan risiko kecelakaan, serta berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon sebagai bagian dari upaya mewujudkan sistem transportasi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
“Kami akan terus meningkatkan kualitas layanan angkutan barang serta memperkuat sinergi dengan para pemangku kepentingan guna mendukung kebutuhan logistik nasional secara berkelanjutan,” tutup As’ad.






