Home / Transportasi / KAI Daop 5 Purwokerto Implementasikan PLTS untuk Dukung Energi Berkelanjutan

KAI Daop 5 Purwokerto Implementasikan PLTS untuk Dukung Energi Berkelanjutan

 

Kabar-kini.com, Dalam upaya mendukung pemanfaatan energi hijau dan mewujudkan keberlanjutan lingkungan, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5 Purwokerto telah mengimplementasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di sejumlah stasiun. Pemanfaatan energi surya ini telah diterapkan di Stasiun Purwokerto, Stasiun Kutoarjo, Stasiun Kroya, dan Stasiun Cilacap sejak 2023.

Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M. As’ad Habibuddin, mengatakan pemasangan PLTS tersebut merupakan langkah nyata KAI Daop 5 Purwokokerto dalam mendukung penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), khususnya dalam pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT).

“KAI Daop 5 Purwokerto berkomitmen untuk terus menciptakan ekosistem bisnis yang lebih baik dan berkelanjutan. Melalui pemanfaatan energi matahari yang melimpah, perusahaan turut berkontribusi dalam upaya pengurangan emisi gas rumah kaca serta mendorong penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan,” ucap As’ad.

Sistem PLTS yang digunakan merupakan sistem on grid, yakni terhubung langsung dengan jaringan listrik tanpa memerlukan baterai. Sistem ini efektif dan efisien, terutama untuk lokasi yang memiliki akses jaringan listrik yang stabil, seperti stasiun kereta api.

Selain mendukung aspek keberlanjutan, pemanfaatan PLTS juga memberikan dampak positif dari sisi efisiensi energi. Secara umum, implementasi PLTS di wilayah Daop 5 Purwokerto mampu memberikan efisiensi penggunaan energi listrik hingga sekitar 20 persen, sehingga mendukung operasional yang lebih hemat dan optimal.

Menurut berbagai kajian teknis pemanfaatan PLTS di Indonesia, setiap 1 kWp sistem PLTS mampu menghasilkan rata-rata sekitar 1.300 hingga 1.500 kWh listrik per tahun, bergantung pada tingkat penyinaran matahari dan kondisi lokasi pemasangan. Dengan total kapasitas terpasang sebesar 96,3 kWp di wilayah Daop 5 Purwokerto, PLTS yang telah dikembangkan berpotensi menghasilkan sekitar 125 ribu hingga 144 ribu kWh listrik bersih setiap tahunnya.

Dengan kapasitas terpasang sebesar 96,3 kWp tersebut, PLTS yang telah dikembangkan berpotensi mengurangi emisi karbon sekitar 105 hingga 125 ton CO₂ per tahun. Perhitungan tersebut diperoleh dari estimasi produksi listrik tahunan PLTS yang dikalikan dengan faktor emisi sistem ketenagalistrikan Jawa-Madura-Bali (Jamali) sebagaimana ditetapkan oleh Kementerian ESDM sebesar 0,84–0,87 ton CO₂ per MWh.

Pemanfaatan energi surya ini juga menjadi bagian dari transformasi yang tengah dilakukan KAI dalam mendorong operasional yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Sebagai perusahaan yang mengelola mobilitas masyarakat dalam skala besar, KAI memandang penggunaan energi bersih sebagai langkah strategis dalam mendukung pertumbuhan perusahaan sekaligus berkontribusi terhadap target pengurangan emisi nasional.

As’ad menambahkan bahwa pengembangan PLTS di wilayah Daop 5 Purwokerto akan terus dilakukan secara bertahap, seiring dengan komitmen perusahaan dalam meningkatkan pemanfaatan energi baru terbarukan.

“Kami akan terus mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan di lingkungan kerja KAI, sehingga operasional yang dijalankan tidak hanya andal, tetapi juga semakin ramah lingkungan. Kami berharap upaya ini dapat memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat,” tutup As’ad.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *